Terwujudnya Kesamaan Kesempatan Melalui Kesetaraan Perlakuan di bidang Pendidikan dan Tenaga kerja Harapan Tunanetra Indonesia

Tentang Kami

Komunitas Elektronik Braille Indonesia (KEBI Online) adalah perpustakaan Braille yang dihadirkan oleh Mitra Netra sejak tahun 2003 untuk mendorong kerjasama antar unit produksi Braille (UPB) di Indonesia.

Berikut adalah latar belakang pendiriannya. Telah terdapat 9 UPB yang berfungsi sebagai Senter dan 40 UPB yang berfungsi sebagai subsenter yang dilengkapi alat produksi Braille dan printer Braille berkapasitas tinggi. Di samping itu sekitar 150 SLB/ SDLB untuk tunanetra telah memiliki satu printer Braille meskipun berkapasitas lebih kecil. Jumlah lembaga yang telah memiliki printer Braille ini merupakan kekuatan yang besar untuk memenuhi kebutuhan bahan baca bagi tunanetra di Indonesia.

Akan tetapi ternyata sebagian kecil (13) Senter dan Pendukung yang pernah memproduksi Braille selebihnya belum produktif karena keterbatasan petugas terampil dan dana operasional. Selain itu jenis buku tertentu sangat sedikit atau belum di-Braille-kan karena terbatasnya penyalin yang menguasai konsep dan simbol Braille bersangkutan. Buku-buku Matematika dan Fisika untuk jenjang SMP ke atas serta buku-buku Kimia, musik dan buku-buku yang memuat tulisan Arab juga jarang diproduksi. Lemahnya koordinasi juga mengakibatkan terdapat duplikasi produksi master Braille.

Mitra Netra meyakini bahwa persoalan di atas sesungguhnya dapat diatasi dengan kerjasama antar UPB tersebut. Adapun bentuk kerjasama dapat berupa saling tukar-menukar file master yang telah diproduksi (bukan tukar menukar buku Braille dalam bentuk hard copy). Dengan demikian, produksi dan penyebaran buku Braille di Indonesia akan jauh lebih efektif dibanding dengan cara konvensional. Perlu pula diberikan supply file master Braille bagi lembaga yang tidak memiliki kemampuan untuk memproduksinya sendiri. Dengan cara ini kemubaziran dapat dihindarkan karena lembaga tersebut dapat mencetaknya melalui Braille printer yang telah dimilikinya.

Untuk keperluan tersebut Internet dapat dijadikan media kerjasama yang efektif untuk saling tukar menukar file yang lebih cepat, murah dan transparan. Kegiatan tukar menukar master melalui Internet ini jauh lebih efektif (lebih cepat dan murah) dibanding dengan tukar menukar melalui pengiriman disket atau flash disk.

Pada KEBI Online ini terdapat katalog sehingga UPB yang membutuhkan file Braille untuk buku-buku tertentu dapat mencari dan mengunduh file tersebut, dan selanjutnya mencetak dengan Braille printer yang dimikinya. Jika pada katalog tidak terdapat buku dimaksud, UPB dapat mengajukan judul buku dan pengarangnya untuk di-Braille-kan UPB lain yang mampu dan sanggup melakukannya. Dengan demikian anggota On-Line Braille Library dapat saling bantu membantu mengisi kelemahan angota lainnya. Karenanya spesialisasi dapat dipertajam dan pembagian tugas dapat terbangun.

Untuk memperkenalkan prakarsa kerjasama ini dan sekaliigus sebagai contoh untuk UPB lainnya, Mitra Netra mempersilakan UPB lain untuk memanfaatkan file buku Braille yang telah diproduksi dan di-uploaad di perpustakaan Braille online tersebut. Sebagian besar file Braille yang telah diproduksi Yayasan Mitra Netra merupakan buku yang membutuhkan keahlian khusus untuk mem-Braille-kannya seperti buku Matematika, Fisika, Kimia dan pelajaran bahasa asing. Rintisan On-Line Braille Library yang menawarkan pemanfaatan Digital Braille Book tersebut secara gratis diharapkan dapat menjadi contoh dan mendorong kemauan baik lembaga lain untuk merelakan hasil produksinya dimanfaatkan pihak lain. Dengan demikian semangat kerjasama akan terbentuk.

Guna menghindari ketergantungan akan software penerjemah Braille dari luar negeri yang harganya sangat mahal dan tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan spesifik Indonesia, Yayasan Mitra Netra pada akhir tahun 1996 mulai mengembangkan Braille converter untuk teks Bahasa Indonesia. Upaya tersebut dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri dari 1 orang awas dan 2 orang tunanetra. Pada saat itu, belum ada lembaga di Indonesia yang mengembangkan Braille converter/translator yang disesuaikan dengan sistem Braille Bahasa Indonesia terutama tulisan singkat (grade 2).

Di penghujung tahun 1997, tim tersebut berhasil menyelesaikannya; dan pada bulan Desember 1997 dilakukan peluncuran perangkat lunak tersebut yang diberi nama Mitranetra Braille Converter (MBC). MBC telah didaftarkan pada Departemen Kehakiman RI untuk perlindungan hak cipta (terdaftar No. 020096 Departemen Kehakiman, Dirjen Hak Atas Kekayaan Intelektual RI).

Kehadiran MBC dimaksudkan untuk memudahkan penyalinan berbagai macam sumber baca berbahasa Indonesia ke dalam huruf Braille dengan menggunakan komputer. Bentuk tulisan yang dihasilkan oleh MBC ini adalah bentuk tulisan Braille dengan standar teks ASCII (American Standard Code International Institute) sehingga dalam hal pencetakan dapat diterima oleh Braille printer apa saja.

Hasil konversi MBC ini, dapat disimpan di dalam disk atau langsung dicetak melalui Braille printer sesuai dengan situasi dan kebutuhannya. MBC juga dapat dioperasikan oleh pengguna tunanetra dengan bantuan komputer yang dilengkapi dengan speech synthesizer dan/atau Braille display.

Versi terbaru adalah MathMBC, aplikasi ini memiliki user interface dua bahasa (Indonesia dan Ingris) sehingga dapat dipakai secara internasional. Software ini juga memiliki fungsi-fungsi multi copy printing; halaman referensi; pengetikkan 6 tombol; penterjemahan Braille versi latin maupun tulisan singkat baik bahasa Indonesia maupun bahasa Ingris; penterjemahan balik (backtranslate) dari format Braille ke format awas baik bahasa Indonesia maupun bahasa Ingris; serta dapat menerjemahkan simbol Matematika secara otomatis.